GENERALAT TMM. Pukul empat di petang Jumat tanggal satu April ditahun berangka dua ribu dua puluh enam kami berdelapan berziarah menuju altar suci di Gereja Maria Bintang Laut. Dengan langkah tenang dan suara lantang kami menjawab kepada Tuhan: “Iya, saya hadir”. Kami masih di sini, dengan lutut yang tak goyah untuk terus bertekuk menyembahMu, memuliakanMu dan menjalankan perintahMu.
Tuhan, Bunda Maria telah menunjuk jalan ketaatan itu kepada kami berdelapan saat Ia menerima tugas mulia untuk mengandung dan melahirkan PutraMu. Penginjil Lukas telah mengabadikan perkataan Bunda Maria: “Terjadilah padaku menurut kehendakmu” dalam Lukas 1:38. Kami sadar bahwa ini adalah ungkapan ketaatan, kerendahan hati dan penyerahan diri total Maria kepada Allah meskipun memiliki konsekuensi berat.
Kami berdelapan menyadari bahwa kami manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan tetapi kami percaya bahwa Tuhan sudah memilih kami, Tuhan pula yang menolong kami dalam menjalankan tugas perutusan. Ajarilah kami untuk tidak sekedar melantunkan magnificat Maria ini dalam sujud senja dan malam tetapi melakukanya dalam tugas kami. Berilah kami hati yang tulus, setia dan taat kepada kehendak Tuhan dan spiritualitas tarekat. Hanya ketaatanlah yang tidak meluluhlatantahkan kami dalam kesombongan. Syukur bagiMu, karena selalu menuntun kami dengan Roh Kudus untuk tetap teguh berdiri di jalan suci ini dan memurnikan kami dari kedosaan. TapakMu adalah jejak terang kami melangkah bersamaMu. Kami sadar, mengendus jelak Allah adalah jejak menuju kesucian melalui kerikil-kerikil tajam.
Ekaristi ini menjadi tanda nyata cinta PutraMu bagi kami. Korban Kristus telah mengajarkan kami bahwa panggilan adalah sebuah korban. Sebuah totalitas untuk mengikuti Tuhan dan mengabaikan kehendak diri kami yang lemah. Melalui Uskup-Mu Mgr. Seno Ngutra, Engkau menasihati kami bahwa “Panggilan ini bukan untuk menjadi populer, tetapi menjadi hamba yang setia. Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang melengkapi dan menyempurnakan”. Bantu kami Tuhan, bila kami jatuh. Gembirakanlah kami Tuhan jika kami lelah melayani umatMu.
Suster Pemimpin Umum yang kami cintai. Dikaulah ibu kami di Rumah Kita. Sebagaimana Bunda Maria menyatakan ketaatanya kepada Tuhan, demikian juga kami dalam keadaan apapun tatap menyatakan ketaatan kepada Tuhan, tarekat dan kepdamu sebagai pemimpin kami. Doakanlah kami selalu. Kami mencintai TMM sebagai Rumah dan Saudari kita bersama.
Terimakasih kepada kedua orang tua kami, tarekat, saudari setarekat, para Pastor, Biarawan-biarawati dan seluruh Umat Allah yang telah mengantar kami, mendoakan dan mendukung kami di jalan panggilan ini. Kami mohon untuk terus mendoakan kami agar selalu kuat mengamalkan Magnificat anima mea Dominum.
Bapak Aerts Pendiri Rumah Kami, Doakanlah kami dari Surga Mulia

Salam dari kami saudarimu,
Sr. Yulita Goban, TMM
Sr. Maria Monika Boger, TMM
Sr. Maria Alfontina Wamir, TMM
Sr. Maria Bonefasia Djondjonler, TMM
Sr. Maria Helena Romena, TMM
Sr. Maria Ivone Djabutafuran, TMM
Sr. Maria Xaveria Merek, TMM
Sr. Maria Ambrosia Remetwa, TMM
Terimkasih kepada semua media massa yang telah meliput Perayaan Ekaristi Pembaharuan Kaul Pertama dan Kaul Kekal. Ijinkanlah kami menautkan berita Anda semua. Terimakasih.

